Friday, November 25, 2011

Saking senangnya aku jadi bermanja-manja pada Mbal ketika turun dari motor aku berkata "tolong bukain " sambil menunjuk ke arah helm. kemudian Mbal pun membukakan. Ketika masuk ke dalam tempat tersebut lalu kami memilih tempat duduk dan mendekatkan satu kursi lagi ke arah kami untuk meletakkan tas-tas kami yang berat. Mbal lalu berkata "kamu yang pesan Tam" aku bilang "kamu aja" lalu dia mengatakan "kan biasanya perempuan yang pesan" Ketika ia mengatakannya aku sungguh tidak tahu apa yang akan aku katakan lagi hehehe aku tidak punya kata-kata untuk membantahya lagi karena jujur saja aku jadi merasa seperti seorang istri yang memesankan makanan untuk ia dan suaminya hehehe *kalau Mbal membaca ini mungkin menurutnya lebay tapi itulah yang aku rasakan sebagai seorang perempuan, makhluk yang cenderung memakain perasaannya ini*
Ketika makanan datang, aku langsung saja memberikan kol dan timun yang ada di piringku kepadanya *jelas saja aku tidak suka dua sayur itu* Mbal langsung mengatakan "makan ih, sayur" aku bilang "ga ah, aku ga suka kalau yang lain sih aku makan" kemudian aku mengambil beberapa bagian dari nasiku dan ku taruh di piringnya "eh apa nih kata Mbal" ku bilang "buat kamu, aku kebanyakan" lalu ia berkata lagi "ya nanti aja, taruh situ dulu, nanti kalau ga abis baru deh, biar aku disuapin maksudnya" dan aku di buat tidak bisa berkata apa-apa lagi.
sambil makan kami pun mengobrol. Obrolan semakin seru karena memperbincangkan seputar orang-orang yang dulu pernah dekat dengan kami, dan kami mulai saling sindir. lalu Mbal berkata "enak ga diginiin? *maksudnya adalah ditanya atau diungkit-ungkit masa lalunya* aku hanya bisa berkata "ehmmm" lalu ia berkata lagi "iya biar kamu ngerasain apa yang aku rasain, ilmu lo gw pake sekarang Tam" lalu aku katakan "dasar tukang copy-paste" "lho koq copy-paste sih ini kan dari kamu sendiri" Ia membela diri
Aku beberapa kali memang sering bertanya dan bahkan menyindirnya dengan orang yang dulu pernah ia dekati, ia sukai, dan ia punya rasa sayang terhadapnya *huek! kenapa aku kesal sekali ya menulis ini* hehehe :p
yang jelas malam itu aku lihat dia tersenyum, dia tertawa, begitu juga dengan aku
aku tersipu malu, aku tertawa, aku entahlah rasanya campur aduk yang jelas malam itu aku sangat senang. Selesai makan, ia yang membayar. Kemudian kami pergi ke tempat Mbal memarkirkan motornya dan aku pun bermanja-manja kembali padanya "pasangin dong helmnya" dan ia pun memasangkan helm ke kepalaku.

No comments:

Post a Comment